

Dalam rangka memperingati Hari Autis Sedunia dan Down Syndrome 2026, Wisdom Academy menyelenggarakan kegiatan perayaan yang meriah pada tanggal 9 April 2026 di Pakuwon City Mall Surabaya. Kegiatan ini menjadi wadah bagi seluruh peserta didik untuk mengekspresikan bakat dan rasa percaya diri mereka melalui berbagai penampilan seni, seperti bermain musik, menari dan fashion show. Dengan mengusung tema “Embrace Differences, Empower Abilities“, peserta didik dapat menunjukkan hasil latihan yang merekan lakukan yang juga mendapatkan dukungan dari guru dan orang tua, sehingga mereka bisa menampilkan yang terbaik.

Pada acara ini Mr. Agung, kepala Wisdom Academy menyampaikan bahwa “Setiap anak itu unik dengan kelebihan dan tantangan masing – masing. Kita perlu fokus pada kemampuan mereka. Karena, setiap potensi yang mereka miliki dapat berkembang dengan baik ketika kita memberikan kesempatan, dukungan dan kepercayaan pada mereka. Mari kita bersama – sama memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh, belajar dan bersinar sesuai dengan keunikan mereka. Semoga untuk kedepannya, kita selalu dapat saling bekerja sama dalam mendampingi anak – anak kita tercinta. Terima kasih.”
Kegiatan perayaan ini terbagi menjadi dua sesi, menyesuaikan dengan jenjang kelas dan kemampuan masing – masing siswa. Pada sesi pertama diikuti oleh kelas kecil, mulai dari kelas TK hingga kelas SD. Pada sesi ini, siswa menampilkan dance terbaik mereka. Dengan penuh percaya diri, mereka menampilkan berbagai tarian yang energik dan ekspresif. Penampilan mereka disambut dengan antusias oleh para guru, orang tua dan pengunjung mall yang hadir. Mereka mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkembang. Setelah penampilan siswa Wisdom Academy, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session bersama dengan lembaga layanan tumbuh kembang anak Calling Star, mengenai beberapa layanan yang diberikan untuk mendukung proses tumbuh kembang anak, seperti terapi okupasi, sensori integrase, terapi feeding dan konsultasi mengenai diet untuk anak autis bersama dengan dokter.


Selanjutnya, pada sesi kedua diikuti oleh kelas besar, jenjang SMP dan SMA. Pada sesi ini, para siswa menampilkan lebih banyak lagi potensi yang mereka miliki, seperti memainkan alat music keyboard, pianika dan angklung, dance serta menebak menteri – menteri dan tugasnya di Indonesia. Setiap penampilan yang mereka tunjukkan merupakan hasil kerja sama dan latihan yang konsisten yang dilakukan bersama dengan para guru di sekolah.



Pada setiap sesi kegiatan, juga diadakan lomba fashion show yang dinilai dari kostum adat yang dipakai dan cara siswa berpose ketika di atas panggung. Setiap gaya yang ditampilkan mendapatkan apresiasi berupa piala dan sertifikat pemenang bagi yang memenangkan lomba, dan sertifikat sebagai peserta yang ikut serta memeriahkan acara fashion show.



Melalui kegiatan perayaan Hari Autis Sedunia dan Down Syndrome ini, diharapkan dapat membuka pandangan kita bahwa setiap anak memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan, dengan memberikan kesempatan dan dukungan untuk mereka. Acara ini menjadi momen pengingat untuk menghargai dan merayakan setiap perkembangan yang telah mereka capai.


