Modifikasi perilaku merupakan cara mengubah perilaku dengan menerapkan prinsip-prinsip belajar. Sebelum memahami konsep dari modifikasi perilaku, perlu diuraikan tentang definisi dari perilaku. Istilah perilaku disinonimkan dengan kata aktivitas, aksi, kinerja, respon, atau reaksi. Dengan kata lain, perilaku adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Perilaku merupakan respon terhadap stimulus dari lingkungan yang mengenai individu. Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari interaksi dengan orang lain dan lingkungannya. Berbagai stimulus yang muncul dari lingkungan sekitar menyebabkan individu bereaksi terhadap stimulus tersebut. Dalam pandangan psikologi, perilaku merupakan tindakan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Secara umum, perilaku merupakan suatu tindakan yang dapat diamati, digambarkan, dicatat, diukur oleh orang lain atau pelakunya sendiri. Menurut pandangan behavioral, perilaku baik atau perilaku buruk merupakan hasil dari belajar. Perilaku maladaptif merupakan hasil belajaryang keliru yang didapat melalui hasil belajar, dan dapat diubah pula melalui proses belajar.
Mengacu pada definisi modifikasi perilaku maka menekankan pada penerapan teori dan hukum belajar. Ketika teknik kondisioning diterapkan secara ketat, stimulus didefinisikan secara objektif, respon dan akibat (konsekuensi) dicatat secara tepat dan cermat maka dapat mengubah perilaku sehingga disebut dengan modifikasi perilaku. Perubahan perilaku dalam modifikasi perilaku tidak hanya memfokuskan pada perilaku defisit namun juga dapat diterapkan pada peningkatan perilaku, pemeliharaan perilaku, maupun perkembangan atau perluasan perilaku. Dalam modifikasi perilaku, peningkatan perilaku dapat dilakukan untuk menciptakan perilaku baru atau meningkatkan perilaku yang sudah terbentuk namun masih perlu ditingkatkan, baik dari segi frekuensi, intensitas, dan lamanya perilaku itu muncul. Sedangkan pemeliharaan perilaku bertujuan agar perilaku yang sudah terbentuk tidak hilang atau berkurang frekuensi, intensitas, dan durasi perilaku itu muncul. Perilaku defisit atau perilaku yang tidak dikehendaki dapat dilakukan dengan memberikan hukuman (punishment) dan prosedur penghapusan (extinction). Perkembangan perilaku bertujuan untuk membentuk perilaku yang lebih spesifik yang merupakan sasaran pembentukan perilaku. Sedangkan perluasan perilaku bertujuan agar variasi perilaku yang berhasil dikukuhkan bertambah luas penggunaan dan macamnya.
Salah satu teori yang menekankan pada pengamatan perilaku yang dapat diukur dan diobservasi secara objektif adalah teori behaviorisme. Teori behaviorisme didasarkan pada asumsi bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh rangsangan (stimulus) dari lingkungan dan hasil (respon) dari perilaku itu sendiri. Teori behaviorisme mengabaikan proses mental yang tidak dapat diamati, seperti pikiran, perasaan, dan kehendak. Teori behaviorisme menganggap bahwa perilaku manusia dapat dipelajari, dikontrol, dan dimodifikasi dengan menggunakan prinsip prinsip belajar. Aliran behaviorisme meyakini bahwa perilaku manusia dan kepribadiannya yang terbentuk berasal dari pengalaman yang timbul dari interaksinya dengan lingkungan (Malik, 2021). Aliran ini menyatakan bahwa faktor genetik, alam bawah sadar, dan faktor lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku manusia. Dalam perspektif behaviorisme, perilaku, kebiasaan, dan kepribadian manusia terbentuk melalui pengalaman yang diperoleh melalui interaksi dengan lingkungan sepanjang rentang kehidupan individu tersebut. (*Ika Wahyu Rizkita)
Referensi:
Isnaini, NA,. dkk. 2023. “Dari Stimulus-Respon hingga Modifikasi Perilaku; Tinjauan Teori Behaviorisme John B. Watson dan Realisasinya dalam Pembelajaran”. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Vol 6. No 12.


